Hari ini gw disuruh bos baca2 soal Joomla, hmmm jadi teringat kisah lama soal tesis gw yang dulu, tadinya mau ngebahas soal Web 2.0 particularly soal CMS (Content Management System) cuma waktu itu gw make Drupal, udah sempet diajarin sama Oom Gedex, tp udah lupa lagi euy. Ternyata konsultan yang sekarang nanganin Aplikasi Persuratan pake Joomla, hayyah emg kaga bisa lari dari kenyataan (CMS and anything to do with it) *halah*
Pas lagi browsing2 soal Joomla, yang ada gw jadi ngantuk dan malah nemu e-book Mario teguh yang judulnya “Kata-kata inspiratif Mario Teguh”, gw pun ke distract (haha like usual) terus gw download aja. Di dalamnya ada kalimat yang gw suka banget yaitu tentang Clarity of Understanding, bunyinya:
Bila Anda tidak membebaskan pikiran Anda, Anda tidak mungkin mencapai pengertian yang sebenarnya.
Maka pantaslah bila kita menemukan lebih banyak orang yang tidak mengerti – bahkan mengenai hal-hal yang paling sederhana yang bisa memperbaiki kualitas hidup mereka.
Mungkin, mereka memperburuk suasana di gua pikirian mereka – dengan membiarkan kekhawatiran, kedengkian, dan nafsu – berkembang besar dan kuat dan menentukan bentuk dan warna dari kata-kata yang boleh mereka dengar.
Itu sebabnya, kita harus membebaskan pikiran kita dari hal-hal yang tidak baik – agar hanya kebaikanlah yang tersisa dalam pikiran kita. Dan bila hanya kebaikan yang mengisi pikiran kita, maka baiklah pengertian kita.
Ketika orang sudah mulai dikuasai oleh – yang awalnya adalah – curiousity and let the anxiety intrude their mind, dan mulai deh tuh get the wrong idea about someone else (misal: kita) parahnya klo udah sampe spreading rumors heuh! klo udah gitu bawaannya mau sewot aja deh dengan bilang “Apa sih yang lo tau tentang hidup gw??!!”
For you
I might be the antagonist one
But I’m just human
And I…
Cried, a lot
But does anyone notice???
I covered my fear with my vanity
I covered my anger with jokes
I covered my sorrow with smile
But does anyone knows how I really feel?
Tulisan yang warna ijo, itu adalah bentuk dari perlindungan diri gw selama ini, I won’t show my fragility cause I’m not weak. Get hurt, disappointed, angry, sad is humance, but I wont let myself defeated by all those feelings. Karena kalau kita sudah dikuasai dengan perasaan2 negatif itu, akan negatif pula yang tercermin dari perilaku kita, sadar atau engga, it happens. Terus kalau kita merasa terganggu dengan keberadaan seseorang, apa harus orang itu dilenyapkan dari muka bumi? My sister once said the opposite of LOVE is not HATE, but NOT CARING. So if you got bothered by someone, just ignore them.
Bahkan orang yang selama ini gw pikir wise enough pun ternyata bisa ngamuk dan mengeluarkan kata2 yang errr… ngga biasanya alesannya sih karena dipengaruhi by the third party katanya. Oh how weak he was, to let his thought got poisoned by other person’s misjudgment, someone who don’t even know exactly what was really happened. However he was the one who taught me how to forgive

One day he said I’m just human and I have the capacity to forgive tapi sekarang orang itu dengan kerasnya menanggapi kata MAAF dengan bilang Sorry without action is useless, well that sentence sounds familiar, bcoz IT WAS MINE!!! Meanwhile gw lagi menerapkan kata2 dia diatas yang berwarna biru itu, dia malah menganut paham tulisan yang warnanya merah. Get the idea? the point is he feels what I felt long time ago, posisi gw dan dia ketuker sekarang ini.
Hmmm… tapi sekarang gw paham, sebenernya bukan ngga ada perbaikan, tapi belum bisa *pembenaran mode on* (sah2 aja dong orang ini blog gw kok). Sometimes when someone’s trying so hard to make a change, but still don’t make any progress, that doesn’t mean that he/she didn’t do anything, maybe they did, but maybe the effort was just not hard enough, so just give ‘em some time, then time will tell.
Pagi tadi gw update status di fb

Cause I just realized that my position right now is just the same like what “Mr.G” & “Ms.K” felt few months ago. Man! siapa yang sangka gw bakal ngalamin hal yang sama dengan yang mereka rasakan dulu? Sedangkan “si dia”, sekarang ini sedang merasakan apa yang gw rasakan dulu. Karma? I don’t think so, there’s no such thing called Karma in Islam. Mungkin mirip dengan itu but for me it’s not as a punishment but it’s more like a lesson for me to understand more, to see things in a different way not only based on my point of view. Dengan begitu gw menjadi semakin mengerti, bagaimana harus berpikir dengan tenang dan lebih hati-hati dalam bertindak.
And I like my sentence when I said “Within the last 7 months I failed to pass my trial, but… I’ve learned A LOT“. Terlalu sayang waktu kalo dihabiskan dengan rasa kecewa, marah, benci, dengki, sedih yang berlarut-larut.
No Comments Yet
No comments yet.
Comments RSS TrackBack Identifier URI
Leave a comment
