Ketika Saya menjemput waktu sholat

Minggu 1 Juni 2008 adalah hari bersejarah untuk Saya, dimana untuk pertama kalinya Saya menjemput waktu sholat (biasanya menjemput waktu sholat pas bulan puasa doang, nunggu adzan Maghrib, itupun bukan untuk sholat, tapi nunggu buka puasa). Rencananya kemarin Saya ingin membeli tas, pergilah Saya dan teman setianya ke ITC.

Pukul 11.40 teman setia Saya udah ngajakin sholat melihat jam tangannya and said “Saya, sholat yuk” dalam hati Saya ‘baru juga 25 menit keliling, lagipula perasaan di jadwal sholat, adzan Dzuhur jatuhnya jam 11.50 deh, tapi yaa ngga baik menolak ajakan sholat’, akhirnya saya memutuskan untuk pergi  ke mushola instead.

Setelah wudhu Saya bertanya kepada mbak-mbak di sebelah, “mbak udah adzan belum ya?” and she replied “belum, 5 menit lagi”.  “Duh!” dalam hati “tuh kan masih lama adzan nya, tau gitu kan masih ada 15 menit buat keliling-keliling nyari tas“. Untuk menghilangkan rasa kesal kepada teman setianya, Saya istighfar dan tiba-tiba Saya berpikir ‘Kenapa gw mesti marah?  Dipikir-pikir, menjemput waktu sholat kan hal yang baik, kenapa gw nganggep ini buang-buang waktu? Ada juga teman setia gw yang udah buang-buang waktunya dia untuk nemenin gw belanja but he didn’t complain, harusnya gw bersyukur  karena udah diajak menuju kebaikan, so … what am I so upset about?’

Saya ingin mengucapkan terima kasih banyak untuk teman setia Saya, yang sudah mengingatkan Saya betapa pentingnya sholat tepat waktu.

Pengetian lalai cukup banyak antara lain :

1. Jika datang wakut sholat , dia menunda-nunda nanti saja hingga habislah waktunya (ini menurut tafsiran Ibnu Abbas).

2. Didalam sholat, dia lalai menunaikan rukun-rukun dan syarat-syaratnya sebagai mana yang diperintahkan sara`.

3. Tidak pernah terlintas didalam hatinya untuk bisa sholat dengan khusu` apalagi memahami makna-makna bacaannya.

4. Lebih-lebih jika waktu sholat ashar yang waktunya sempit, dia selalu mengakhirkannya.

5. Berdiri sholat hanya ingin dipuji orang, agar disebut taat, supaya diakui oleh massa bahwa diapun islam lalu dengan harapan ditetapkan dalam suatu jabatan dan lain sebagainya. Jadi pada prinsipnya dia melakukan sholat bukan dengan tujuan mencari ridha Ilahi.

Q.S. An Nisa : 142-143

142. Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka [364]. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya [365] (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali [366].
[364] Maksudnya : Alah membiarkan mereka dalam pengakuan beriman, sebab itu mereka dilayani sebagai melayani para mu’min. Dalam pada itu Allah telah menyediakan neraka buat mereka sebagai pembalasan tipuan mereka itu.
[365] Riya ialah : melakukan sesuatu amal tidak untuk keridhaan Allah tetapi untuk mencari pujian atau popularitas di masyarakat.
[366] Maksudnya : mereka sembahyang hanyalah sekali-sekali saja, yaitu bila mereka berada di hadapan orang.

143. Mereka dalam keadaan ragu-ragu antara yang demikian (iman atau kafir): tidak masuk kepada golongan ini (orang-orang beriman) dan tidak (pula) kepada golongan itu (orang-orang kafir) [367], maka kamu sekali-kali tidak akan mendapat jalan (untuk memberi petunjuk) baginya.
[367] golongan itu (orang-orang kafir) berarti: bahwa orang itu sesat berhubung keingkarannya dan tidak mau memahami petunjuk-petunjuk Allah.

Untuk mendapatkan fadilat sholat yang istimewa, hendaklah sholat pada waktunya, dalam arti begitu masuk waktu segera melakukannya, sebab setiap waktu sholat itu ada waktu yang utama (fadllahnya) dan ada waktu ikhtiar (pilihan). Waktu utama (fadllah) 5 s/d 10 menit sejak masuknya waktu sholat.

Info source: Irdy

5 Comments

  1. wew, sometimes I still in the “lalai” condition
    let’s leave the “lalai” thing then
    ahahaha
    n_n

  2. sebuah tausiyah yg bagus.
    mengingatkan diri jg :)

  3. @ghostbugx
    Mariiii saling mengingatkan utk sholat tepat waktu!!!

    @melasari
    hehe, thanks … biar bisa saling introspeksi diri to be a better person di hadapan Allah SWT :)

  4. Alhamdulillah…
    Saya juga Insya Allah berusaha Shalat tepat waktu. Setiap terdengar panggilan (Adzan) usahakan utk segera Shalat. Bagusnya lagi di Masjid (karena cowok sebenarnya diharuskan di Masjid). Tapi kalau ada halangan ya terpaksa tdk bisa dilakukan.

  5. very good then :)


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a comment