Dua hari yang lalu saya menonton acara “Cinta: Cerita Wanita” di O Channel, kebetulan bintang tamunya adalah Mbak Ligwina Hananto semua pasti tau financial consultant yang satu ini. Kemarin topiknya adalah Dos and Donts dalam penggunaan kartu kredit. Di acara itu dijelaskan how dangerous debt can be
. Ada yang karena hutang kartu kreditnya membengkak, Mbak Wina menyarankan mereka untuk menjual laptop, handphone, dan barang elektronik lainnya utk melunasi hutang kartu kreditnya, bahkan kasus yang terburuk, Mbak Wina pernah menyarankan agar client tsb menjual rumahnya
. Ngga lucu aja kalau kita harus mengorbankan hal yang penting dalam hidup hanya untuk membayar hutang kartu kredit.
Dos and Donts
Donts nya adalah, jangan membeli sesuatu dimana kita tidak bisa melunasinya. Karena sekarang sistem informasi debitur kartu kredit perbankan sudah canggih, Bank Indonesia memiliki record customer yang memiliki kredit macet, jangan sampai karena tunggakan kartu kredit yang (misal) hanya 5 juta membuat kita di black list oleh BI, sehingga ketika kita ingin mengajukan kredit penting seperti kredit rumah atau mobil ke Bank Anu, pengajuan kredit kita ditolak karena nama kita masuk ke dalam daftar kredit nasabah yg pernah memiliki kredit macet. Bukan berarti tidak boleh berhutang, karena perusahaan pun memang harus berhutang kalau tidak, yaaa they cant expand their business.
Dos nya sih singkat aja yaitu belilah barang dimana kita mampu untuk melunasi hutang tersebut. Kemudian, untuk pelunasan cicilan kalau bisa jangan membayar dengan minimum pembayaran yang direquire oleh perusahaan kartu kredit, misal untuk pembelian TV seharga 10 juta, kita membayar cicilan awal dengan 1 juta kemudian cicilan kedua 800 ribu, tetaplah membayar cicilan dengan 1 juta, dst sehingga utang kita akan seperti balon yang menciut.
Dulu saya ngga begitu percaya kalau orang yang punya kartu kredit tidak akan merasa cukup dengan kartu saja tetapi akan tertarik untuk memiliki yang lain dengan iming-iming ini ono
dari perusahaan kartu kredit lainnya. Tapi ternyata salah satu orang terdekat saya mengalami hal itu, saya jadi khawatir juga. Sekarang sih baru 2 kartu kredit, but later? who knows. Jadi ingat alasan awal dia membuat kartu kredit, yaitu karena ada buy 1 get 1 free nonton di bioskop itu dan buy one get one free minum di kafe anu. Jadi intinya dari semua itu adalah LIFE STYLE!
Sekali life style kita naik satu tingkat, rasanya akan sangat berat untuk kembali ke level sebelumnya.
Ada kasus; dulu si A kerja di PT.Anuan dengan gaji pokok sejutaan dan dari segitu A bisa menabung Rp600.000, tapi begitu diterima kerja di PT.Ituan, dengan gaji yang naik hampir 2x lipat, pengeluarannya pun meningkat jadi > sejuta, sehingga dia hanya bisa menabung Rp400.000.
Kenapa bisa begitu??
Usut boleh usut ternyata ada hubungannya dengan life style (walopun life style-nya si A yang sekarang juga masih life style kalangan bawah punya
), well at least memang ada peningkatan pengeluaran disini. Dulu dia kalau pulang pergi naik bis, sekarang A lebih senang naik ojeg walaupun memakan biaya 2x lipat.
Untuk disuruh balik lagi naik bis, si A udah ogah
karena menurutnya naik ojeg lebih cepat dan praktis. Terlihat kalau demi waktu dan kepraktisan, si A rela bayar lebih.
Kasus A tadi mirip dengan kasus B, hanya saja penghasilan B melonjak dengan sangat ekstrim dan bukan hanya waktu dan kepraktisan lagi yang dikejar, tapi juga kenyamanan, kesenangan dan EVERYTHING’S BEST
deh pokoknya. Dulu penghasilan B hanya 900 ribuan/bulan, sekarang penghasilannya melonjak 10x lipat. Tapi lagi-lagi karena life style, susah
bagi B untuk balik lagi ke kehidupannya yang dulu dimana dengan uang 900 ribu/bulan cukup buat makan dan bayar kostan.
Tuhan memberi 2 macam cobaan, yang pertama penderitaan
dan yang kedua adalah kesenangan
. Terkadang justru dengan menderita orang bisa menjadi lebih sabar dan tawakal, serta bersikap lebih dewasa dalam menghadapi persoalan, sedangkan mereka yang dicoba dengan kesenangan umumnya terbawa arus dan terbujuk oleh godaan syetan yang terkutuk salah satunya yaitu dengan bersikap BOROS.
“Hamba-hamba Allah ialah mereka yang apabila membelanjakan hartanya, tidak boros dan tidak kedekut, sebaliknya perbelanjaan mereka adalah sederhana.”
(Surah Al-Furqan: ayat 67)
Belanjalah seperlunya, seperti quote yang saya dapatkan dari situs Mbak Wina “Everything is going to be all right, when you stop buying things you don’t need, with money you don’t have, to impress people you don’t even like”
But even though you have money and you do it to impress someone that you adore so much, ngga perlu lah menghamburkan sekian banyak uang, kalau emg si dia cinta he’ll take you for who you really are
Ada 2 pilihan untuk mengatasi masalah keuangan … yang pertama adalah dengan meningkatkan income (yang ini mah semua juga mauuuu), nah yang kedua adalah dengan mengurangi expenditure (hiks … ini yang repots)
4 Comments
Comments RSS TrackBack Identifier URI
Leave a comment

gelaaa.. ga nyangka guwe!?! ternyate lo da sadar cuyyy….
Bagus lah… so guwe ga perlu buang2 energi buat nyadarin lo…
Eh…t33d pernah ketemu langsung tuh ama Mbak Wina. Dia cerita ttg usaha produksi bantalnya yang kandas tapi dia masih kekeh bikin usaha lagi.
nb: asistennya masih yang cantik itu nga??
Wah t33d pernah ketemu Mbak Wina dimana?
Waduh klo asistennya kaga nampang di tipi tuh wkt itu, jadi ngga tau juga akika hehehe
Mbak Wina di undang ke kantor sbg trainer. t33d di kasih buku terbitannya dan beberapa brosur. Sampe skrg belom di baca tuh buku,,,,